Dahulu kala ada seorang raja yang bijaksana. Pada suatu hari sang raja ingin mengetahui kesetiaan rakyatnya kepada kerajaan. Kepada rakyatnya sang raja bertitah “Wahai rakyatku, apakah ada yang keberatan jika saya meminta kalian untuk menyumbangkan sesendok madu kepada kerajaan?“, semua rakyat merasa kalau hal itu sangat mudah, maka dengan penuh semangat mereka menjawab.. “Menyumbangkan sesendok madu adalah hal yang mudah bagi kami, jangankan sesendok, secangkirpun masih sangat mudah bagi kami“. Kemudian pengawal sang raja menyediakan gentong besar untuk menampung madu sumbangan dari rakyat. Pada hari yang ditentukan rakyat berbondong-bondong menyumbangkan sesendok madu untuk sang raja. Tetapi ada seorang pemuda yang merasa malas untuk mencari madu, lalu dia berpikir “Ah, semua orang sudah menyumbang madu, apa salahnya kalau saya menyumbang sesendok air, toh hanya sesendok dan tidak akan kelihatan bedanya dibandingkan dengan satu gentong madu“. Setelah dirasa semua rakyat sudah selesai menyumbang sesendok madu, lalu sang raja mencicipi madu dalam gentong tersebut. apa yang terjadi? ternyata gentong tersebut tidak berisi madu, tetapi berisi AIR!
Selama ini mungkin kita merasa kalau masalah lingkungan disebabkan oleh hal-hal yang diluar jangkauan kita, seperti industri-industri besar yang membuang limbah, manusia serakah yang menebang hutan seenaknya dan lain sebagainya. Atau kadang kita merasa hal tersebut bukan urusan kita tetapi urusan pemerintah. Tahukah anda?, kalau kita bisa membiasakan diri untuk sadar lingkungan dari hal-hal kecil yang kelihatannya remeh, tetapi kalau semakin banyak yang melakukan hal kecil tersebut, akan menjadi hal besar yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan lingkungan hidup kita dan bahkan buat anak cucu kita kelak.
Dibawah ini saya mengumpulkan daftar “hal-hal kecil” tersebut, memang kelihatan sepele dan mudah, tetapi kalau semakin banyak orang yang melakukan hal kecil tersebut, saya yakin akan sangat signifikan pengaruhnya untuk lingkungan.
Sampah
- Mengurangi pemakaian plastik. Plastik dibuat dari minyak bumi, selain susah untuk terurai, pabrik plastik juga merupakan industri dengan tingkat polusi udara yang tinggi. Dengan mengurangi penggunaan plastik maka kita dapat menekan sampah plastik yang kita hasilkan.
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Membagi sampah sesuai dengan kategorinya misalkan, sampah kering dan sampah basah, sampah yang bisa didaur ulang dan sampah yang tidak bisa didaur ulang dan lain-lain.
- Meminimalisir pembelian barang yang memiliki pembungkus plastik dan membuang sisa plastik tersebut ditempat sampah kategori bisa didaur ulang.
- Mengajari anak untuk membuang sampah pada tempatnya.
- Terbiasa memungut sampah ( terutama yang berbahan plastik ), jika ditemukan berserakan dijalan.
Hemat Energi
Saat ini, 90% pembangkit listrik adalah dari bahan bakar minyak bumi dan batu bara, dengan menghemat energi listrik dengan sendirinya kita menghemat emisi yang disebabkan oleh pembangkit listrik tersebut. Dibawah ini adalah langkah nyata yang bisa kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari untuk lingkungan :
- Menggunakan Lampu neon, sebab lampu neon jauh lebih hemat energi daripada lampu bohlam.
- Membiasakan pemakaian listrik seperlunya.
- Mematikan TV, hal ini selain untuk hemat energi, juga menghindarkan kita dari ajaran sinetron dan gosip yang tidak mendidik
- Mengaktifkan energi saving ketika selesai menggunakan komputer.
- Penggunaan alat listrik yang ramah lingkungan, seperti AC dan kulkas yang bebas freon.
Sarana Transportasi
Jika semua orang memilih untuk menggunakan angkutan umum, maka jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk transportasi akan semakin kecil, yang berdampak pada semakin kecilnya polusi dan efek rumah kaca. Tahukah anda? Jika banyak orang yang memilih angkutan umum sebagai alat transportasi keseharian, maka rasio kebutuhan bahan bakar per orang, jauh lebih kecil daripada kita menggunakan motor yang paling irit sekalipun. Hal ini juga berdampak pada harga tiket angkutan kota bisa ditekan bahkan bisa lebih murah dari penggunaan motor sekalipun. Dibawah ini adalah langkah nyata yang bisa kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari untuk lingkungan :
- Membiasakan berjalan kaki untuk keperluan jarak dekat.
- Membiasakan penggunaan sepeda onthel untuk keperluan jarak sedang.
- Menggunakan angkutan umum untuk tujuan yang pasti dan teratur ( kerja, sekolah, belanja dan lain sebagainya ).
Makanan dan Minuman
- Membiasakan masak dengan bahan makanan segar seperti sayur, buah-buahan dll.
- Menghindari makanan yang diproses pabrik seperti makanan-makanan instant
- Menggunakan aqua galon yang bisa diisi ulang atau merebus air untuk keperluan minum.
- Tidak merokok.
Kertas
Tahukah anda, untuk membuat satu rim kertas folio, diperlukan minimal satu pohon yang harus ditebang?. Sering kita menyalahkan penebang pohon liar yang semena-mena, tetapi kita sendiri boros dalam penggunaan kertas dan tissue.Yang secara tidak langsung berarti kita juga mensupport terjadinya hal tersebut.
Kesimpulan
Orang bijak mengatakan, sangat sulit untuk mengubah kebiasaan orang lain, tetapi hal yang paling mungkin kita lakukan adalah, mengubah kebiasaan dirisendiri, dimulai dari hal-hal kecil dan dimulai sekarang juga! .
Sudahkah anda menyumbangkan sesendok madu untuk lingkungan hidup kita?
Tag: blog action day, environtment, Lingkungan hidup, opini, tips, tutorial
Oktober 16, 2007 pukul 2:23 pm |
setuju!!!
Oktober 17, 2007 pukul 1:27 am |
bukannya sekarang ini angkutan umum malah lebih dahsyat jasanya dalam menambah polusi? karena aturan buat kendaraan jenis ini masih belum memadai. kalau pun aturannya sudah memadai, pelaksanaannya yg masih ngawur
@tante cK
*tendang ke jurang*
Oktober 17, 2007 pukul 4:34 am |
@cK, ada dendam pribadi dengan perokok ya?
@caplang,
ini memang merupakan dilema di indonesia, sekarang mari kita berhitung secara sederhana, satu angkutan umum bisa memuat 10-15 orang sekaligus, bandingkan jika 10-15 orang tersebut memakai motor semua, maka bisa dipastikan akan jauh menghasilkan polusi dibandingkan dengan 1 angkot, apalagi jika ada yg menggunakan mobil pribadi..
jadi bisa dikatakan 10 Motor menghasilkan polusi yang lebih besar daripada satu angkutan umum yang paling berpolusi sekalipun.
selama ini angkutan umum sangat sepi penumpang, apalagi angkot didaerah, inilah yang membuat angkutan umum semakin tidak layak pakai, jika kita sama2 bisa dengan sabar menggunakan angkutan umum dan akhirnya bisa mencapai critical mass, maka akan menimbulkan efek yang bagus,
dibawah ini adalah efek domino jika angkutan umum banyak pemakainya,
angkot banyak penumpang -> penyedia jasa angkutan mendapatkan insentif / keuntungan -> bisnis yang menguntungkan akan menarik investor -> timbul persaingan sehat -> digunakan untuk memperbaiki layanan karena bersaing
jika sepi penumpang,
angkot sepi penumpang -> penyedia jasa rugi -> berhemat untuk survive -> layanan semakin buruk
Oktober 17, 2007 pukul 11:21 am |
[...] Sesendok Madu untuk Lingkungan [...]
Oktober 17, 2007 pukul 11:30 am |
Gunanya apa, Pak ?
Soalnya ketika saya selesai pakai PC, langsung dimatikan.
Oktober 17, 2007 pukul 12:43 pm |
[...] Plastik Swalayan • Dogol Bicara Krisis Energi • Catalytic Converter dan Pencemaran Udara • Sesendok Madu untuk Lingkungan • Matematika Menduga Penyebab Rusaknya [...]
Oktober 17, 2007 pukul 1:27 pm |
kalau dimatikan ya lebih bagus lagi
, energi saving ini untuk orang yg jaring matiin komputer, walopun biasanya sudah built-in untuk setiap komputer, ketika komputer sama sekali tidak disentuh selama setengah jam.
Oktober 17, 2007 pukul 3:14 pm |
oia tissu? dari pohon juga yah..
tapi itu organik yah…
Oktober 17, 2007 pukul 3:26 pm |
@aRuL tissue, pempers, kertas dll semua dari pulp atau bubur kertas, walaupun organik, tetapi kebutuhannya semakin meningkat akibatnya siklus pembaharuannya kalah dengan kebutuhan, akhirnya dipakailah kayu2 dari hasil penembangan hutan illegal untuk digunakan sebagai pulp
*saya pernah melihat berita kalau pabrik kertas di indo membeli hasil penebangan illegal ini untuk digunakan sebagai pulp
*
Oktober 17, 2007 pukul 3:42 pm |
kendaraan umum juga harusnya dibenahi… tidak sekedar kita mengganti trasnport kita dengan transport massal.
kalo di beberapa negara, mereka menggunakan filter untuk knalpotnya, jadi kendaraan yang memiliki tingkat emisi sangat tinggi tidak laik jalan,
laik jalannya kendaraan di Indonesia, yang penting bisa jalan sih..
Oktober 17, 2007 pukul 3:48 pm |
sebenarnya cara efektif mengurangi kendaraan pribadi adalah meninggikan pajak dan nilai jual kendaraan, dan atau nilai tilang kendaraan (kayak jepang)
dengan sendirinya jumlah kendaraan pribadi akan berkurang.
mau tidak mau orang-orang akan lebih memilih menggunakan mass transport..>> menjadikan transportasi massal akan bersaing dalam fasilitas dan kenyamanan, dan serta merta keamanan dan kebersihannya terhadap polusi…
Oktober 17, 2007 pukul 4:14 pm |
@aRuL terima kasih mas, informasi yang sangat bagus dan mecerahkan, tapi hal ini dibutuhkan proaktif dari pemerintah untuk meninggikan pajak, semoga pemerintah lebih berpihak pd lingkuangan daripada pengusaha khususnya pengusaha otomotif..
Oktober 17, 2007 pukul 4:25 pm |
gimana kalo para blogger jadi pemerintahnya… kayak asyik.. pada tau semua keinginan rakyat dan lingkungan … hehehe
Oktober 20, 2007 pukul 3:45 am |
peningkatan kehidupan biasa-nya di iringi dengan perubahan pola hidup, maklum dari miskin/biasa berubah bisa membeli motor/mobil dijadikan standard hidup…anda bisa lihat dinegara maju motor/mobil bukan barang mewah lagi…standard hidup sudah merata, pendidikan merubah pola hidup mereka menjadi berwawasan lingkungan, tidak norak akan teknologi, di Indonesia mungkin masih harus belajar banyak…jangan malas belajar…kesejahteraan merata, saya yakin pola pikir lambat laun akan berubah.. semoga.
Oktober 20, 2007 pukul 7:47 am |
@aRuL, menurut saya, suatu saat nanti mungkin malah presiden adalah seorang blogger, ketika internet sudah menjadi barang murah dan merupakan kebutuhan pokok seperti TV saat ini..
@aprisal, hmm.. opini yang menarik, mungkin suatu saat disini juga seperti itu kali ya.. seperti TV dan HP yang saat ini relatif sudah bukan merupakan barang “mewah” lagi…
Oktober 20, 2007 pukul 12:15 pm |
Lingkungan kita sudah semakin panas, sementara pikiran kita juga panas2.. apakah ini dampak dari sampah2 itu yaa mas… Memang dari mulai sampah teknologi hingga sampah ideologi kini berserakan di mana-mana…
nice article bos, salam kenal..
Oktober 22, 2007 pukul 8:40 am |
belom mas…saya merasa belom nyumbang apa2 buat bumi ini. masih suka make air semena-mena. masih suka pake tisu semena-mena. wah…dilema pokonya. lagi berusaha nich, biar bisa nyumbangin madu buat bumi ini, biar bumi ini lebih layak, nantinya, jadi tempat tinggal anak sama cucu. kasian, sekarang ajah, dah makin banyak danau yang susut, makin banyak sungai yang dangkal, makin banyak hutan yang ilang luasannya, makin banyak binatang yang punya status “langka”, hmpf…ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk menjaga berkah yang telah kau berikan kepada kami, amin
. nice writing mas.
Oktober 29, 2007 pukul 12:30 am |
Assalaamu’alaikum
Ini dalam rangka blogactionday bukan?
Hm.. Saya tidak merokok, motor saya ganti sepeda, ga buang sampah sembarangan. Hm.. apa lagi ya? Itu dulu deh yang diistikomahin..
Wassalaam
__bowo;
November 1, 2007 pukul 2:40 am |
Salah satu alasan Ade males mandi adalah ini, hemat milik bumi… **hemat air apa emang males mandi De?**
-Ade-
November 1, 2007 pukul 4:23 am |
@Ade,
Klo itu sih, karena dasarnya males mandi aja De.. *aku juga males mandi soalnya wkwkwkwk*
November 14, 2007 pukul 2:29 pm |
Sudah,…
Malu kali kalo buang sampah masih sembarangan aja…
Ngeroko di tempat umum..? belum, tapi saya ga ngeroko di dalam angkutan umum, apalagi ngeganja di sarana publik !!
Februari 21, 2008 pukul 4:02 am |
waduh….kalo omong tentang global warming mang berat yach? coz smua dah terlanjur terjadi bang…. rasanya percuma qt cuma teriak2 tapi gak mau ngerubah “HABIT” qt. salam damai tuk BUMI TERCINTA
November 13, 2008 pukul 5:08 am |
SeTujU BAngEd Ma UraIAnnya.ThaNKz ^_^