Microsoft has a majority market share in the new desktop PC marketplace. This is a bug, which Ubuntu is designed to fix. -Mark Shuttleworth, UBUNTU Founder.
Tahukah anda bug nomor satu di ubuntu yang ditemukan oleh Mark Shuttleworth sejak tahun 2004 ?. Iya, bug tersebut adalah microsoft!. Saya ingin menuliskan alasan-alasan kenapa microsoft merupakan bug, berdasarkan pengalaman saya sendiri. Alasan yang saya tuliskan ini hanyalah yang bisa saya tangkap secara mudah sebagai pengguna awam. Semoga dengan tulisan ini, kita bisa sama-sama memperbaiki bug tersebut
.
Produk yang Rakus Sumberdaya
Perhatikan produk microsoft berikut :
- Windows 2000 Prof hanya membutuhkan prosessor 133MHz dengan ram 64MB
- Windows XP, membutuhkan prosessor 233MHz dengan ram 128MB
- Windows Vista minimal membutuhkan prosessor 1GHz dan memori 512MB, dengan ukuran 10x dari windows XP jika di install bersih.
Jika anda dulu pernah memakai windows 2000, maka anda akan merasakan sedikit sekali perbedaan signifikan antara Win2K dengan WinXP tersebut. Kemudian, bagi anda yang pernah mencoba vista, bisakah anda sebutkan penambahan apa yang paling berarti dibanding dengan WinXP? kecuali tambah lambat dan tambah memakan sumberdaya komputer secara berlebih?, jadi bisa dikatakan :
Vista = WinXP + SAMPAH
Kenapa produk microsoft semakin lama semakin membengkak ukurannya dan semakin membutuhkan tenaga komputasi yang besar? Memang bisa jadi karena penambahan fitur yang lebih “canggih”. Tetapi sudah bukan rahasia lagi kalau hal ini juga disebabkan karena agar kita selalu melakukan upgrade software dan komputer secara terus-menerus, sehingga semakin banyak uang yang mengalir kekantong mereka. Dengan menggunakan program bajakanpun kita masih tetap terimbas dari teror microsoft dan para kapitalist ini.
Produk Baru yang Tidak Kompatibel dengan Produk Sebelumnya
Pernahkah anda mengalami dengan terpaksa update software terbaru, padahal selama ini program yang kita pakai masih layak dan baik-baik saja digunakan untuk kerja?. Tetapi karena teman, tetangga, kolega dll tersebut memiliki file yang tidak bisa kita buka dengan program kita dan harus menggunakan program baru tersebut maka dengan terpaksa kita melakukan upgrade software tersebut keversi yang lebih baru. Sehingga kita akan terjebak lingkaran setan berikut ini :
Masalah kompatibilitas software-> upgrade software(biaya) -> software jadi lambat-> upgrade hardware(biaya) -> muncul update baru -> Masalah kompatibilitas lagi -> dan seterusnya.
Sebagai contoh, office 97 bisa jalan di komputer butut tipe 486 dengan memory 64MB, sedangkan office 2007 kebutuhan minimalnya saja adalah komputer dengan prosesor 1GHz dan memory minimal 256MB. Tetapi setahu saya, penambahannya hanya pada fitur-fitur “canggih” yang jarang kita pakai. Dan tentu saja karena dokumen office 2007 tidak bisa dibuka di office 97 maka dengan terpaksa kita harus upgrade ( walaupun pakai software bajakanpun tetap saja bikin sebel, apalagi harus bayar..
).
Bug, Virus dkk dan Masalah Security
Jika semakin besar sebuah program, maka akan semakin banyak bugsnya. Hal inilah yang digunakan oleh orang-orang iseng atau orang-orang yang punya kepentingan untuk mengeksploitasinya. Jenis eksploitasi ini bisa berupa virus, spyware, trojan, malware dan program jahat lainnya.
Masalah inilah yang merupakan kesempatan bagi perusahaan program-program security untuk menambah penghasilan dengan memberikan solusi-solusi “berbayar” seperti antivirus, anti spyware dll. Pemisahan produk antivirus dan anti spyware sebenarnya hanyalah akal-akalan para kapitalis untuk mencari untung. Sebagai seorang programmer, saya tahu persis bahwa seharusnya antivirus juga bisa digunakan sebagai anti spyware dengan mudah karena prilaku virus tidak jauh beda dengan prilaku spyware. Tetapi perusahaan antivirus memisah-misah produknya agar mereka semakin untung dengan menjual produk tersebut secara terpisah.
Kesimpulan
Apakah ubuntu dan opensource terbebas dari masalah-masalah diatas? Jawabannya adalah tidak juga, tetapi karena kebanyakan produk opensource adalah gratis dan terbuka, maka bisa dipastikan tidak ada maksud akal-akalan karena mencari untung itu tadi. Sebagai contoh, ubuntu, openoffice, firefox dll, semakin baru versinya ukurannya semakin besar, hal ini disebabkan karena untuk menambah fitur yang memang benar-benar berguna. Dokumen openoffice yang standar sudah pasti memiliki kompatibilitas dengan versi-versi sebelumnya. Ubuntu juga memiliki banyak bug dan masalah security, tetapi karena arsitekturnya terbuka maka jika ditemukan bug, komunitas akan dengan cepat memberikan masukan dan dengan cepat pula bug tersebut dapat diatasi jika memiliki prioritas yang kritis.
Dengan adanya ubuntu dan opensource sebagai alternatif, maka diharapkan akan timbul persaingan sehat diantara produk-produk tersebut. Sehingga diharapkan akan menimbulkan inovasi-inovasi baru dengan harga yang bersaing. Saya tidak anti dengan produk proprietary, beberapa software yang saya gunakan juga merupakan produk proprietary dan saya beli lisensinya. Tetapi dengan adanya alternatif tersebut, maka kita bisa menentukan pilihan, mana produk yang akal-akalan untuk cari untung, dan mana produk yang benar-benar bagus dan inovatif.
Wassalam.
September 9, 2007 pukul 9:01 am |
Namanya juga biar cepet kaya mas, salah nya sendiri kalau ada yg mau beli windows vista, SWT banget!!
September 9, 2007 pukul 9:34 am |
@asukowe, sistem kompetisi dan persaingan yang sehat menimbulkan ide dan inovasi yang cemerlang.. oleh karena itu perlu alternatif-alternatif lain.. sistem monopoli terbukti tidak bagus buat perkembangan sebuah inovasi baru,
September 9, 2007 pukul 9:46 am |
Betul, cuma bila sudut pandang saya sedikit diubah “saya jadi bill”, maka saya akan melakukan segala cara agar keuntungan saya semakin berlipat dan dengan biaya produksi dan komponen produksi yg seminim mungkin, biarpun itu disebut penggajahan.. dan pembodohan bagi semua konsumen, silahkan protes wong akhirnya juga masih banyak yang beli dan merasa ketagihan… Salam
September 9, 2007 pukul 1:58 pm |
@asukowe: SWT = Standard Widget Toolkit?
September 9, 2007 pukul 4:38 pm |
Benarkah Vista bisa dijalankan dengan prosesor 1 GHz dan RAM 512 MB? Pengalaman saya pakai Intel Core 2 Duo T7300 (2 GHz) dengan RAM 1 GB adalah sangat lambat. Apalagi setelah ditambah MS Office 2007. Padahal ORI.
Pokoknya lelet banget deh…
Akhirnya pakai Ubuntu Feisty. Kecepatan sistem cukup oke. Tapi Feisty sering stall. Pusing juga dengan masalah kompatibilitas dengan hardware. Akhirnya downgrade ke XP. Pakai XP malah puas banget karena cepat. Tapi b*j*k*n sih…
September 9, 2007 pukul 7:22 pm |
Ya kan ada yg ketagihan…
September 9, 2007 pukul 7:34 pm |
nggak tau ini ada hubungannya apa nggak, cuma kebetulan baru baca2.
menurut sebuah studi yg disponsori oleh MS sendiri, Vista lebih hemat dari XP …
http://www.pcworld.com/article/id,136865-c,vistalonghorn/article.html
September 9, 2007 pukul 10:56 pm |
@toni, yg satu ungkapan pemain ragnarok yg satunya programmer java
( SWT di ragnarok artinya SWeaT atau berkeringat, SWT di java artinya Standard Widget Toolkit , gak nyambung
)
@asukowe, pandangan kapitalist yang selalu berpikiran “prinsip ekonomi” itulah yang secara alamiah di kounter oleh para “sosialis”
, sehingga akhirnya terjadi keseimbangan, saat ini pun, si bill juga lagi pusing mikirin bagaimana agar dominasinya bisa bertahan, jdi mau gak mau dia harus membuat produk yg lebih baik, murah dan aman, yang akhirnya konsumen juga yang diuntungkan
, peace
@Emanuel, membandingkan XP dan ubuntu secara frontal masih blom bisa dikatakan fair untuk saat ini, sebab selama ini di indo, XP dan Ubuntu sama2 gratis ( gratis bajakan dan gratis asli
), XP sejak 2001, Ubuntu sejak 2004, sebelum ubuntu, linux belum pernah dipoles secara maksimal untuk desktop, kalau ingin membandingkan mungkin sekitar tiga tahun lagi diharapkan akan kelihatan titik keseimbangan , btw, yg aku tulis itu minimum req official dari ms ttg vista, perbandingannya kira2 mirip menjalankan XP di komp 233 memory 128
@heri, *ngakak guling-guling*
, saya pernah baca analisa kalau saingan terberat vista bukan os lain.. tetapi windows XP..
September 10, 2007 pukul 1:31 am |
kemarin saya baru beli motherbiard second dengan memori 128 gak jalan di ubuntu, tapi jalan di windows xp, walhasil dan berhasil pc ku kuinstall windows lagi, sambil nunggu saudaranya ram 128 ku.
Tapi kembali menggunakan windows – maaf bukan maksud melecehkan windows nya – serasa terkekang, dan gak bisa berkembang, mungkin cuma perasaanku saja kali ya?
September 10, 2007 pukul 1:39 am |
http://abeeayang.wordpress.com/2007/09/09/razia-windows-bajakan/
September 10, 2007 pukul 2:06 am |
Alhamdulillah saya belum memakai Vista. Ini merupakan masukan buat saya. Saya sekarang lagi pakai XP SP2.
Thanks.
September 10, 2007 pukul 2:52 am |
ya klo saya sih tergantung client aja gimana…

klo client mintanya pk windows ya pake windows
walaupun komputer yg saya gunakan untuk develop skrg memorynya sudah 1Gb tapi tetep aja setengahnya udah abis buat SQL Server
tp ya mau gimana lg…
tp emg ubunntu keren dah…
bagi2 cd gratis ga ada matinya…
tapi kenapa dari 20 CD, stikernya cuma dikasih 4 ya ?
September 10, 2007 pukul 3:35 am |
Hari gini, windows? g jaman deh
Udah banya lternatif kok masih pakai itu aja
September 10, 2007 pukul 3:40 am |
warnetku juga sekarang dah pake ubuntu, user asik2 aja walopun kadang masih banyak tanya2 juga. go open source…
September 10, 2007 pukul 4:01 am |
tetep OSX
September 10, 2007 pukul 4:02 am |
hehe .. terima kasih atas tulisannya. cukup membuat saya terhibur.
September 10, 2007 pukul 4:36 am |
warnet ubuntu nya dimana nih mas.. pengen nyoba saya…
September 10, 2007 pukul 6:31 am |
XP… Oke krn gratis dr kantor, Ubuntu… Oke karena anak seneng makainya di rumah, Vista… Nggak dech mending buat investasi yg lain…
Peace
FM
September 10, 2007 pukul 7:44 am |
udah satu minggu ini kompiku udah nggak pake win XP bajakan. ganti ubuntu feisty.. mudah-mudahan aja kedepannya nggak ada masalah !
September 10, 2007 pukul 8:35 am |
Yah, hal itu sih, ada juga yang tidak perlu memakai penjabaran…
Misalnya game terbaru Microsoft yang judulnya Halo 2 [PC] itu sebenarnya tidak perlu memakai Vista sebagai OS-nya. Masih bisa memakai Windows XP, Toh grafiknya juga masih memble
Yah…tapi begitulah metoda cari untung.
September 10, 2007 pukul 8:36 am |
aku jg make ubuntu
cuman yg aku sayangin, untuk install ubuntu ngapain kudu lewat liveCD dulu ya??
itu khan butuh spek komputer yg lmyn tinggi?
emang sih, ada kurang dan lebihnya
September 10, 2007 pukul 8:42 am |
@nnay, yang dibagiin gratis memang yg live cd, tapi anda bisa download xubuntu untuk versi ubuntu yg ringan ( saya coba pake p3 500 ngatasi), atau instalasi alternate untuk instalasi mode teks ( sama mudahnya kok, cuman mode teks pas instalasinya )
September 10, 2007 pukul 10:00 am |
baru aja dapat kiriman CD ubuntu…
tapi baru nyoba live CD nya…
September 10, 2007 pukul 10:02 am |
hmmm, itulah Sifat manusia. selalu mengeruk keuntungan….
September 10, 2007 pukul 11:34 am |
Saya ketagihan sama Ubuntu :p
September 10, 2007 pukul 12:04 pm |
waks.. perbandingannya udah lebih menjurus lagi nih.. udah bukan linux vs windows lagi, tapi udah ubuntu vs windows…
sah2x aja sih.. asal jangan berlebihan, supaya calon pengguna baru gak menganggap ubuntu itu suatu os baru…
September 10, 2007 pukul 12:47 pm |
@rkh, hmm… saya tidak membandingkan kok
, saya cuman menjelaskan bug-nya ubuntu hehehe, btw, karena saya selama ini hanya pengguna ubuntu dan ex pengguna windows
, bukan distro lain, jadi akan lebih obyektif jika saya hanya membandingkan ubuntu vs windows,
September 11, 2007 pukul 4:37 am |
VISTA = Virus, Intruder, Spyware, Trojan, Adware
tapi tetep aja itu merupakan sebuah hasil karya anak manusia yang patut diacungi jempol..
Ubuntu… masih belum bisa main game yang bagus-bagus, windows bisa ya semua ada kelebihan dan kekurangannya
September 11, 2007 pukul 4:57 am |
@inoex135, singkatan yg pas
, btw, ubuntu blom dilirik oleh perusahaan pembuat game karena blom populer.. bukan berarti tidak bisa untuk game, sekarang lah tugas kita untuk mempopulerkan ubuntu, biar mulai dilirik oleh perusahaan game, sekarang ini ubuntu sudah semakin populer, perusahaan2 besar yang merasa dikecewakan oleh MS mulai melirik linux sebagai alternatif, seperti dell, HP, lenovo, IBM, AMD dll dll.. semoga menjadi bola salju yang semakin besar sehingga dukungan driver dan game semakin banyak juga..
September 11, 2007 pukul 7:52 am |
bener juga yah, windows = bug dalam hal memonopoli perkembangan IT. Seluruh pengembang hardware maupun software harus mengikuti laju perkembangan os milik microsoft itu. tapi tetep euy, karena masih butuh software tingkat atas yang memang sudah dikembangkan sejak lama di windows, jadi kepentok make windows mulu…
September 12, 2007 pukul 1:46 am |
menurut pengalamanQ pake Ubuntu kelemahan utamanya antara lain:
1. Agak g kompatibel ama device khusus.
misalnya InfraRed n Bluetooth dengan merek2 tertentu.
2. Format yang restricted harus download dulu kayak MP3.
3. Kalo crash kayaknya sangat jarang terjadi..
4. Ubuntu “memaksa” untuk membutuhkan 256 MB Memori.
aku coba yang 128 lambat poooll…
ada yang lebih ringan tapi gak begitu nyaman..
Kalo Vista maka kelemahannya
1. Lebih Hemat?? kayaknya gak deh!
dibutuhkan spek lebih tinggi untuk mencapai kecepatan optimal,
sedikit2 lisensi, hampir semuanya butuh lisensi
Kesimpulannya butuh duit gede untuk “Windows mania”
2. Virus, Trojan, Adware menyebar kemana2 en gampang crash
aku gak yakin kalo Vista bener2 bebas virus. dulu pas Win XP
diluncurin microsoft gembor2 bakal aman n lebih baik. Nyatanya????
3. Tidak sesuai dengan falsafah indonesia yaitu Gotong Royong!
sehingga “gotong royongnya” diwujudkan dengan saling meminjamkan
CD/DVD software! alias Pembajakan!
September 12, 2007 pukul 2:05 am |
@ilham,
1. Agak g kompatibel ama device khusus.
misalnya InfraRed n Bluetooth dengan merek2 tertentu.
—-
perbandingan yang kurang fair, sebab diwindows tanpa diinstall driver apa2, juga tidak kompatible dengan semua device, bahkan saat install baru, windows tidak mengenali vga, sound dll.
bedanya? windows dibuatin drivernya oleh pabrik device tersebut, ubuntu bikin driver sendiri.. akhirnya selalu telat untuk kompatibilitas driver baru.
2. Format yang restricted harus download dulu kayak MP3.
—–
sampai kapanpun format ini harus didownload, bukannya ubuntu tidak bisa melakukannya, tapi karena ini merupakan format proprietary..
solusi? ganti format proprietari ini kedalam format yg free kayak .ogg , .odt dll
3. Kalo crash kayaknya sangat jarang terjadi..
—-
jarang crash bukan kekurangan.. tapi kelebihan
4. Ubuntu “memaksa” untuk membutuhkan 256 MB Memori.
aku coba yang 128 lambat poooll…
ada yang lebih ringan tapi gak begitu nyaman…
—-
ubuntu melakukan ini karena memang benar2 butuh memory gede untuk mensupport feature2nya, kalau pengen ringan, pakai xubuntu
kelemahan vista?
4. Mahal / harus beli
5. DRM / WGA
6. dan lain lain
September 12, 2007 pukul 3:19 am |
Salut..!!! kesempatan kita untuk maju kalau kita mau berusaha, singkirkan kemalasan dalam berimprovisasi, kita bisa maju kalau bangsa ini mau..!!! Pintarkan bangsa ini…jangan dengarkan kritikan yang tidak membangun…
Bravo…untuk Open Source dan Anda…
September 25, 2007 pukul 9:46 pm |
Sejauh ini cuma pernah nyoba Ubuntu karena bagian dari pekerjaan (review produk). Kayaknya oke banget tuh, saya malah ingin memakainya untuk notebook, cuma kudu cari waktu free yang cukup untuk melakukan migrasi. Jadi, kalo ditanya kenapa sampai sekarang masih pake MS jawabannya cuma Belum Sempet !!!
Oktober 4, 2007 pukul 6:07 am |
windows memang bugs..
seperti narkoba : membuat ketergantungan
saya paling jengkel kalo nanya orang pake windows..kenapa ga pake linux..padahal komputernya sudah habis2an dihajar virus
jawabnya : saya ga perlu buat macem2 kok..paling cuma ndengerin lagu..sama office..+ngegame..
YAELAH linux juga bisaaaa…
ngapain rakyat indonesia yang sudah miskin..ngabis2in uangnya cuma buat beli windows??
mudah2an indonesia bisa menjadi bangsa yang beriman..bertaqwa..dan tidak membajak
GO OPEN SOURCE..
GO GRATIS..
Oktober 5, 2007 pukul 4:16 am |
Apa hubungannya microsoft sama ubuntu? ada microsoft apa nggak ubuntu tetep bisa jalan. ubuntu juga semakin rakus sumber daya loh. kalo dulu paket ubuntu menyediakan cd instal & livecd secara terpisah, sekarang bentuknya livecd semua, pake memori 256MB aja lelet, instalasinya pake mode grafis lagi.
slackware forever
Oktober 10, 2007 pukul 1:31 am |
udah ahk..sekarang saatnya untuk go opensource..
tinggalkan windows..dan mulailah dengan linux..
hidup IGOS…
hidup kubuntu dan knoppix
hidup slax-usb….
hidup akang..!!
Oktober 18, 2008 pukul 6:40 am |
wah…aku baca situs ini pake ubuntu live cd (baru dapet kiriman cd)…
bagus juga ubuntu-nya…pengen migrasi dari xp ke ubuntu secara total ni…(walau cuman baru niat)…coba2 ubuntu-nya dulu
November 27, 2008 pukul 5:05 am |
perlu dicoba nih kayaknya
Maret 26, 2009 pukul 4:45 am |
buat para gamer, emang windows nyaman bgt kalo buat games, tp ingat apa games yang kalian pake apa original juga??
ingat game juga hasil karya manusia yang pembuatannya gak mudah dan murah tapi butuh team work yang bagus…
Juli 15, 2009 pukul 10:59 am |
Saya baru tahu ada ubuntu…tampilannya baru aja saya lihat di warnet…kayaknya bagus juga…mudahan saya juga bisa menerapkan ubuntu nantinya…tap sementara windows bajakan dulu deh….hehehehehehe….pelan-pelan dulu sambil belajar OK.